Rifka Aisyah

Ordinary person with extraordinary dreams

Surat dari Sang Maha Pencipta 8:14 AM

Saat kau bangun di pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas segala hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU tetapi engkau terlalu sibuk.

Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berpikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telepon, dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berpikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang ke sekeliling, mngkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja di sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lebut sebelum mereka menyantarp rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya. Yah, tidak apa-apa masih ada waktu yang tersisa dan aku berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, AKU tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU.

Saat tidur KUpikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, doa, pikiran, atau ucapan syukur dari hatimu. Baiklah, engkau bagun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU.

Tapi yang AKU tunggu… ah, tak jua kau menyapaKU. Dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, hingga hari berganti lagi, kau masih mengacuhkan AKU. Tidak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU.

Apakah salahKU padamu? Rizki yang AKU limpahkan, kesehatan yang AKU berikan, harta yang AKU relakan, makanan yang AKU hidangkan, anak-anak yang AKU rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU? Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKU, memohon perlindunganKU, dan bersujud menghadapKU.

Belajar dari The Lady with The Lamp 7:52 AM

Membosankan sekali kemarin itu. Target yang disusun benar-benar tidak ada yang tercapai. Ke kampus pun hasilnya nol besar. Argh, agak menyesal sebenarnya. Namun tidak juga setelah kupikir-pikir. Aku berbagi pengetahuan dengan Rey tentang pengalamannya mengikuti PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang dalam pengamatanku semakin memperkaya pengetahuannya, memperdalam keilmuannya, dan semakin tajam kritiknya. Jujur saja, itu membuatku “sedikit” iri.

Sebagian besar waktu kuhabiskan membaca buku dan belajar di perpustakaan pusat. Aku membaca buku-buku di ruang koleksi umum. Ruangan itu, selain sepi pengunjung, juga menyediakan buku-buku cerita yang bagus. Ya, walaupun beberapa buku yang bagus itu ceritanya mirip cerita Pocahontas, tapi tidak sedikit buku yang berbicara tentang budaya dan sejarah, tentu saja budaya dan sejarah orang Inggris karena merekalah yang menyumbangkan buku-buku itu. Tujuanku datang ke ruang koleksi umum ini adalah mengingat kembali masa tingkat dua ku, sebab ruangan ini adalah semacam ruangan meditasiku, aku tenang di dalamnya, aku terhibur dengan buku-bukunya. Selain itu, aku ingin membiasakan diriku belajar dalam bahasa Inggris, memperkaya wawasanku, dan melihat dunia yang baru melalui buku. Buku yang kulahap di perpustakaan itu adalah Ensiklopedia untuk anak-anak dan buku cerita rakyat dari berbagai negara. Ensiklopedia anak-anak ini sangat menarik, bahasa inggrisnya relatif mudah, banyak gambar, dan tidak membosankan.

Dalam ensiklopedia itu aku belajar banyak hal, mulai tentang negara, tokoh, hewan, dan teknologi. Yang menarik saat membaca buku itu adalah saat aku membaca biografi singkat Florence Nightingale. Aku tak pernah mendengar tentang dia sebelumnya. Dia adalah seorang perawat yang mempunyai pemikiran yang membangun. Ia muncul, menjadi volunteer, dan menciptakan sistem keperawatan yang lebih baik saat perawat-perawat yang ada merawat pasien dengan cara yang sangat buruk, tidak higienis, dan dalam keadaan mabuk (parah!). Ia mengubah sistem dan menyelematkan banyak nyawa. Luar biasa! Perawat yang mencintai pekerjaannya dan berdedikasi!

Florence Nightingale sangat luar biasa dan keluarbiasaannya itu tidak dicapai secara cuma-cuma. Dia dilahirkan sebagai keluarga terpandang, ayahnya adalah tuan tanah dan ibunya berasal dari golongan ningrat di Itali. Pada zaman tersebut, orang-orang kaya biasanya kerjanya hanya bermalas-malasan. Namun Florence Nightingale berbeda. Sejak kecil, ia sering keluar rumah untuk membantu orang-orang sekitarnya. Kepeduliannya mulai tumbuh dan kekayaannya tidak membuatnya terbuai!

Florence jatuh cinta pada pekerjaan sosial keperawatan setelah ia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman dan mengenal lebih jauh tentang pionir rumah sakit modern yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner dan istrinya, dan dikelola oleh biarawati modern. Apakah jalan akan ditempuh oleh Florence akan semudah membalikkan telapak tangan? Tidak! Keputusannya menjadi perawat ditentang habis-habisan oleh keluarganya. Perawat pada saat itu dianggap sebagai pekerjaan yang hina karena perawat disamakan dengan wanita tuna susila atau buntut (keluarga tentara yang miskin) yang mengikuti kemana tentara pergi. Selain itu profesi perawat banyak berhadapan dengan tubuh dalam keadaan terbuka sehingga profesi ini bukan dianggap sebagai profesi sopan wanita baik-baik dan banyak pasien memperlakukan wanita yang tidak berpendidikan yang berada di rumah sakit dengan tidak baik-baik. Tapi ia tetap ngotot, ia tetap gigih.

Florence Nightingale adalah satu-satunya sukarelawan wanita yang mendaftarkan diri untuk merawat prajurit-prajurit Inggris dan Prancis yang terluka pada perang Krimea. Ia mengelamatkan banyak nyawa dengan mengubah sistem keperawatan yang semula tidak higienis. Ia adalah wanita yang memimpin gadis-gadis sukarelawan yang juga merawat prajurit yang terluka tersebut. Ia gigih menkampanyekan kebersihan lingkungan sebagai hal utama dan mampu menurunkan angka kematian prajurit pada saat damai. Ia menunjukkan betapa pentingnya desain sistem pembuangan limbah dan ventilasi udara dalam sebuah rumah sakit.

Terlintas pikiran untuk memiliki kualitas-kualitas yang dimiliki oleh Florence Nightingale. Pastinya dia amat sengsara ketika harus mengurus prajurit-prajurit korban perang di antara perawat-perawat yang tidak becus merawat prajurit tersebut. Bagaimana ia mampu bertahan, memperjuangkan apa yang benar tentang ilmu keperawatan, dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang mungkin sebelumnya tipis harapan untuk diselamatkan? Bagaimana ia mampu kreatif berpikir dan apa nilai-nilai yang mendorongnya melakukan hal itu?

Mengendalikan Dirimu Sendiri 7:57 AM

Pernah mengalami pikiran yang liar karena ada stimulus yang tak mampu kamu kendalikan? Pernahkah kamu merespon sesuatu yang kamu lihat atau yang kamu dengar secara spontan dan seperti tidak ada sesuatu yang mampu menahannya untuk keluar? Pikiran liar di sini maksudnya bukan memikirkan hal-hal yang jorok atau seronok. Namun pikiranmu tidak karuan, kusut, suram, membuatmu pesimis, dan membuatmu merasa tidak berguna. Pikiran liar ini membuatmu kehilangan percaya diri atas apa yang keberhasilan yang kamu lakukan, menghilangkan semangatmu, dan membuat tubuhmu lemas dan pikiranmu miskin ide.

Jika kamu pernah merasakan hal yang dipaparkan di atas, artinya kamu sedang mengalami stress. Biasanya stress timbul akibat pikiran yang negative. Pikiran negatif bisa terjadi karena bila orang terus menerus merendahkan dirinya, merasa dirinya sangat inferior, mengkritik berbagai kesalahan yang dia perbuat entah karena memang terjadi berulang-ulang, atau karena dia merasa kesalahan yang diperbuatnya sangat fatal, atau meragukan kemampuan dan potensi yang dia miliki.

Banyak buku yang memaparkan bagaimana mengatasi masalah stress ini. Tipsnya bisa bermacam-macam, mulai dari mengambil napas dalam-dalam, terapi dengan cara yoga, atau pergi berlibur. Mungkin setiap orang punya cara masing-masing yang manjur dalam menangani masalah stress. Namun, jika kita ingin menyelesaikan permasalahannya, lebih bijak jika kita melihat dari akar permasalahannya.

Masalah stress terutama disebabkan oleh pola pikir atau cara berpikir yang keliru dalam memandang suatu hal atau suatu permasalahan. Hakikat dari pemecahan masalah yang menyangkut pola pikir adalah bagaimana mengubah pola pikir itu sendiri. Seperti kata suatu pepatah, “Neraka bisa menjadi surga dan surga bisa menjadi neraka pada pikiran yang berbeda. “ So, ini hanya permasalahan cara berpikirmu.

Setiap individu mestinya mempunyai thought awareness, kesadaran berpikir. Kesadaran berpikir merupakan proses mengamati pikiran dan menyadari apa yang dipikirkan. Dalam proses ini orang diharapkan untuk membuat catatan atau lampu merah pada diri kita sendiri tentang apa yang secara sadar dipikirkannya dan membuang hal-hal negatif yang berpotensi meracuni pikirannya.

Selain itu berpikir rasional merupakan tindakan utama dalam ketika kita menghadapi suatu realitas. Tidak sedikit orang bertindak atau merespon suatu hal tidak berpijak pada realitas. Saat rasional tidak menuntun kita untuk bertindak, maka emosional atau kebodohanlah yang menguasai diri kita. Saat itulah, pikiran rasional kita harus dijunjung dan emosi serta kebodohan hendaklah disingkirkan dan ditekan.

Saya pernah menghadapi peristiwa yang menguji rasional saya. Tahun lalu, saya menjadi salah satu wakil ketua dalam suatu kepanitiaan. Bagi saya, menjadi wakil ketua merupakan suatu kebanggaan karena saya jarang menduduki jabatan seperti itu dalam sebuah kepanitiaan, walaupun kepanitiaan kecil. Sudah saya prediksi sebelumnya bahwa kepanitiaan ini akan bermasalah, terutama masalah SDM. Masalahnya adalah bagaimana mendapatkan SDM yang mau bekerja sama dalam kepanitiaan itu. Saat itu saya adalah orang yang tidak terlalu cerdas dalam mengelola ataupun mendapatkan SDM. Saya kebingungan bagaimana memecahkan masalah SDM ini. Ketua yang saya andalkan sedang tidak ada di tempat, dia keluar kota. Dengan demikian, saya sangat harus mengerahkan kemampuan pikir dan tindak saya dalam memecahkan masalah ini.

Sebelum bertindak, saya sudah merasa pikiran saya buntu. Saya merasa tidak ada yang mampu saya lakukan, selain mempekerjakan diri saya sendiri. Namun, pekerjaan ini tidak cukup dikerjakan oleh satu orang. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tim. Pekerjaan ini akan berhasil jika dikerjakan bersama-sama. Namun, bagaimana caranya? Saat itu saya menyesal karena tidak mempunyai teman dekat yang banyak. Saya hanya punya kenalan yang cukup banyak, namun saya ragu untuk meminta bantuan.

Saya coba menekan ketakutan saya karena tidak mempunyai banyak teman dekat. Saya berusaha bagaimana menghubungi orang-orang yang saya kenal kemudian meminta bantuan kepada mereka secara baik-baik. Saya hubungi mereka satu persatu. Kemudian saya mendapatkan tim yang saya butuhkan untuk mengerjakan tugas ini.

Memang saya merasa tidak nyaman dengan perasaan saya. Namun kembali saya berpikir dengan akal rasional saya, bahwa yang saya lakukan memang seharusnya ini. Saya tidak melakukan hal yang salah. Inilah hal yang benar yang seharusnya saya lakukan. Nyaman dan tidak nyaman dalam diri saya bukanlah persoalan penting. Saya melihat tim saya mau bekerja sama dengan baik dengan saya dan tugas ini selesai. Itu sungguh baik sekali. Dan saya merasa nyaman karena melakukan hal yang benar.

Jika sedari awal saya mengedepankan perasaan saya dan bertindak secara emosional, mungkin tugas ini tidak akan pernah selesai kecuali jika ada orang yang menggantikan saya. Mungkin permasalahan ini memang terlihat kecil dan sederhana, namun prinsip setiap permasalahan tetaplah sama, harus dipecahkan dengan rasional.

Jikalah 6:39 PM

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa tidak dinikmati saja, sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa, sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya, sedang taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri, sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia, sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.

Jika cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama, sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.

Jika bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dirasakan sendiri, sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka, sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

Taken from: Motivasi Net

Swimming Better To Do List – 10 Better Swimming Tips for Swimmers 8:53 PM


Cari artikel tentang bagaimana memperbaiki teknik berenang dan eureka!
Nice article from http://swimming.about.com/od/swimtechniquehelp/tp/betterswimmingtips.htm

There are many things that swimmers can do to swim better. This to do list of 10 ways to better swimming could help any swimmer improve their swimming. Get this to do list done and swim on!

Do swim frequently

If you don't average about three swims a week you will lose your feel for the water and your technique will begin to deteriorate. No feel, no technique, no speed. If the option is between one or two long workouts or three or four shorter workouts, swimmers seem to do better when they swim more frequently as opposed to only doing a few longer workouts each week.

Do swim with good technique

Maintain the best possible technique at all speeds during a workout. If you try to go fast with bad technique, you are wasting energy. If you can teach yourself to go fast while using good technique, you will make bigger gains.

Do drills as part of every swimming workout

Early in your workout, in the middle of your workout, or at the end of your workout (or any combination of the three!) do some specific technique work to reinforce good swimming skills. There are many drills you can do to stay tuned up, or to help you develop better technique.

Do challenging workouts

One or two times a week (depending upon how frequently you swim) do part of your workout with oomph - push the effort, go hard, whatever you want to call it. If all of your workouts are focused on technique, your technique will improve. But what will happen when you try to go faster? You will get tired, your technique will deteriorate, and you might as well call it a day. If you are doing some hard or challenging workouts - mixed in with technique work - as different workouts or as part of the same workout - you will learn how to hold good technique while going faster.

Do easy workouts

Depending upon your swimming goals, there may be no reason to do more than one or two tough workout sets a week, as long as you do one or two easier workouts, too. Work hard on the hard things, and easy on the easy things, and each kind of work will give better results.

Do streamlines

It might be a start, a push-off, or a turn, but you should always do things the same way - streamline, then into the transition between the streamline and swimming. But first, always a streamline.

Do leave the wall the same way every time

Always push off the walls the way you would if you were coming out of a turn. When you starting a set, you should push off the wall exactly the same way that you would be pushing off the wall if you were coming out of a turn. Most races have more turns than starts, and getting some extra practice with any part of a turn is a bonus.

Do wear a swimsuit made for competitive swimming

This doesn't mean spend $300 on the latest and greatest high-tech slicker than skin piece of swim wear. It means don't wear baggy beach shorts if you are trying to improve your technique or go learn how to hold technique when going faster. There are times to wear a swimsuit that gives you some extra drag, but not before you have mastered good technique.

Do ask someone to watch you swim

Better yet, get someone to video you. Getting some eyes to watch what you do (or using your own via a video review) while you are moving through the pool can yield some great feedback on your swimming technique that you may have not realized.

Do use flippers occasionally

Among other benefits, swim fins or flippers can help you achieve (artificially) a better body position and you will learn what that position feels like while moving. Then, when the flippers are off, you can try to recreate that position by feel, since you will already have a better idea what it will feel like when you get there.

photo taken from www.swimwithus.co.uk

Book I read : Catatan Hati Seorang Istri 9:08 AM



Ku isi liburan di hari keduaku dengan membaca buku ini. Awalnya aku tidak tertarik. Namun setelah membaca covernya yang menusuk, menyerah juga deh :p. Bagaimana cara Anda jatuh cinta kepada orang yang sama setiap harinya? Benar juga ya…

Saat cinta berpaling

Saat rumah tangga dalam prahara

Saat ujian demi ujianNya mengguncang jiwa

Kemana seorang istri harus mencari kekuatan,

agar hati terus bertasbih?

Buku ini menceritakan tentang bagaimana kompleksnya dunia rumah tangga dan pernikahan. Kekompleksan yang tidak pernah dilihat dan dirasakan prapernikahan. Saya sendiri mendapat banyak pelajaran bagaimana cara laki-laki berpikir tentang pernikahan. Di Catatan 1: Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi saya belajar apa motif yang sesungguhnya dari laki-laki mengapa mereka menikah lagi. Ada beberapa isu yang menyatakan bahwa seorang ustadz menikahi seorang wanita muda untuk menyelamatkan keislamannya atau menghindari fitnah yang ditujukan pada si wanita muda itu. Namun, sesungguhnya bukan itu motifnya. Sesungguhnya bukan menolong, rasa kasihan, atau alasan lain yang membuat laki-laki menikah lagi. Namun murni karena mereka menyukai wanita yang dimaksud. Mereka jatuh cinta lagi.


Dan di catatan berikutnya, Catatan 2 (Menikah Tanpa Memandang), saya dikagetkan dengan pernyataan seorang laki-laki yang ternyata tidak bahagia dengan pernikahannya padahal usia pernikahannya sudah cukup lama dan dia sudah dikarunia empat orang anak. Laki-laki itu berkata, “Pernikahan saya tidak bahagia. Saya tidak pernah mencintainya. Saya ingin ikhlas ketika menikah. Karenanya saya memutuskan tidak melihat wajah istri ketika kami berproses. Saya baru melihatnya setelah di pelaminan. Dan betapa kagetnya saya… karena perempuan itu sama sekali TIDAK CANTIK?”

Tidak cantik dan karenanya tidak bisa mencintai? Betapa berlikunya jalan menuju keikhlasan.

Kisah-kisah yang diceritakan dalam buku ini memang penuh kejutan. Menikah dengan laki-laki yang sholeh tidak menjadi jaminan rumah tangga akan baik-baik saja. Bagaimana pun, kita adalah manusia yang tidak pernah luput dari khilaf. Cobaan yang datang dari wanita lain pun sering tidak bisa ditangkis oleh laki-laki yang sholeh. Apa yang akan dilakukan oleh kita, kaum wanita, ketika suami yang kita percayai ternyata menjalin hubungan dengan wanita lain selama tiga tahun? Atau ketika suami kita begitu sholehnya, sehingga ada wanita lain yang datang kepada kita dan ingin melamar suami kita?


Nadia, Asma (2007). Catatan Hati Seorang Istri. Depok: PT Lingkar Pena Kreativa

Butuh Strategi #1 8:10 AM

Masih membicarakan beasiswa NCKU (National Cheng Kung University). Saya senang dan bangga. Tidak pernah menyangka mendapatkan beasiswa melanjutkan studi. Apalagi, saya masih percaya dengan hasil psikotes kelas 1 SMA, yang isinya kurang lebih : “Selesai kuliah S1 saja sudah untung mengingat kecerdasanmu seperti itu..”. Hahaha… ini serius loh…

Tapi, saya masih bimbang, mampukah saya beradaptasi di sana? Mampukah saya jauh lebih berprestasi di sana? Mengingat pihak NCKU sendiri percaya bahwa anak-anak Indonesia, terutama anak-anak ITB selalu mendapatkan peringkat tertinggi di universitas itu. Awalnya saya tidak percaya, tapi ternyata benar. Hwaaaaa… Seram deh… Dan yang berprestasi itu ternyata tidak selalu anak yang Cum laude semasa S1, anak yang tidak cum laude pun MELEJIT prestasinya ketika belajar di sana… Hwaaaaaa… Butuh strategi nih…

Satu Kabar Gembira 6:43 AM

Setelah agak BT dengan hasil beasiswa S2 Total E&P itu, saya memikirkan bagaimana caranya saya bisa lanjut studi Master. Hanya satu harapan sejauh ini, “Mudah-mudahan keterima di NCKU…”. Belum ada pengumuman lagi. Hiks…

Tapi pas sorenya, sekitar jam setengah dua kemarin, saya dapat email. Isinya…

Dear student,
Congratulations!
We are pleased to inform you that you have been accepted for admission to National Cheng Kung University, for the 2009 Autumn term, which begins in Sept 2009. You can see the admission roster in the following link:
http://admissions.oia.ncku.edu.tw/index_eng.aspx

Your admission packages will be sent out shortly, which will contain your scholarship/assisstantship offer and other important information, please contact us if you do not receive it by June 12 .

You will need to indicate whether you accept your offer of admission by NCKU, by the end of June.

You may contact us by E-mail at: em50990@email.ncku.edu.tw or fax
to: +886-6-208-5608.

We look forward to having you with us soon!

Sincerely Yours,

Janice Chu
*****************************************
International Student
Affairs Division (ISAD)
Office of International Affairs
National Cheng Kung University
Taiwan, R.O.C.
http://www.ncku.edu.tw/~ooia/eng/
*****************************************



Hehehehe, ALHAMDULILLAH…